Bikin Kaget, Ular Sanca 3,5 Meter Ngumpet di Sumur Warga Sukabumi

Tim Rescus Wilayah Sukabumi Utara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi bersama warga saat mengevakuasi ular yang masuk sumur di Kampung Babakan Pari RT 36 RW 17, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (3/7/2023). Foto: Istimewa

Tim Rescus Wilayah Sukabumi Utara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi bersama warga saat mengevakuasi ular yang masuk sumur di Kampung Babakan Pari RT 36 RW 17, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (3/7/2023). Foto: Istimewa

SUKABUMI, Mitrapolisi86news.com Misbah Efendi (49) warga Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, dibuat kaget setelah menemukan seekor ular sanca kembang seberat 20 kilogram di salah satu sumur milik warga.

Berdasarkan informasi, ular itu awalnya ditemukan di bibir sumur yang digunakan warga Kampung Babakan Pari, Desa Sukaresmi, Cisaat, untuk kebutuhan sehari-hari. Peristiwa itu terjadi pada, Senin (3/7/2023) sekitar pukul 14.20 WIB.

“Jadi bapaknya yang punya sumur mau bersih-bersih sumur sekalian cek mesin, nah ketika mau turun di bibir sumur itu ada ekor ular dan terinjak. Ketika ke atas lagi naik, ularnya jatuh ke sumur,” ujar Yusuf Hidayat selaku Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi.

Yusuf mengatakan, di samping sumur terdapat kandang ayam milik warga setempat. Beruntung tak ada hewan ternak yang dimangsa ular. Ular berjenis sanca kembang itu diduga memangsa tikus.

“Kemungkinan dia makan tikus saja karena kata warga asalnya banyak tikus dan sekarang nggak ada tikusnya, kemungkinan di makan ular itu, kalau ternak ayam masih aman,” katanya.

Yusuf mengatakan, petugas sempat kesulitan selama proses evakuasi. Awalnya dia tak mendapatkan informasi jika ular itu berada di dalam sumur sehingga ia tak menyiapkan alat. Alhasil, evakuasi ular di dalam sumur hanya menggunakan bambu yang dimodifikasi.

“Berhubung kita dapat laporannya itu bukan di dalam sumur ularnya, dikira di tempat biasa, kita nggak bawa tripod, kan ada khusus kalau evakuasi di dalam sumur itu pakai tripod. Ketika sampai lokasi, kita kaget juga ularnya di dalam sumur,” ujar dia.

“Nah apalah daya daripada kita pulang lagi ke posko Cibadak kan jauh, sudah macet sebagainya, akhirnya kita berunding dan inisiatif kita bikin alat yang ada dengan menggunakan bambu,” sambungnya.

Selain tak ada bambu, ia juga tak membawa alat bantu pernafasan atau Self Contained Breathing Apparatus (SCBA). Alat tersebut berfungsi untuk melindungi petugas di dalam sumur.

“Kita harus pastikan di dalam sumur itu nggak ada gas, karena kita juga nggak bawa alat SCBA untuk khusus masuk ke dalam sumur, nah kita pastikan dulu di situ ternyata nggak ada gas dan ularnya masih hidup, jadi aman,” kata Yusuf.

Setelah dinyatakan siap, timnya pun mengatur strategi dan mengeksekusi ular tersebut. Ular sanca itu diperkirakan berukuran panjang 3,5 meter dengan berat 20 kilogram dan diameter sekitar 17 centimeter.

“Kita evakuasi turun ke bawah sumur, alhamdulillah warga juga ikut membantu. Setelah dievakuasi ularnya kita bawa, kita ada tim Exalos Indonesia, jadi kita rilis lagi ke alam ularnya, biasanya kita ke Gunung Gede,” pungkasnya. (***)