Di duga kerusakan kebun tanaman kelapa sawit milik lukman sihombing akibat ulah oknum PT berkat sawit utama (BSU)

0

Jambi-mitrapolisi86news.com|Dugaan pengrusaan lahan tanaman kelapa sawit yang terjadi pada salah satu kebun milik warga lukman sihombing di dusun sungai beruang desa Tanjung lebar kecamatan bahar Selatan Kabupaten muaro jambi dengan pihak perusahaan PT BSU berkat sawit utama berujung mediasi.

Menurut penuturan lukman sihombing selaku pemilik kebun kepada kru media mitrapolisi86.news.com senin 9 oktober 2023.sekira pukul 10 waktu setempat bertepatan berada di lokasi kejadian.

Saya tutur lukman di telpon oleh saudara saya suruh ngecek kebun,karena saudara saya tau kalau kondisi kebun saya batang sawitnya dalam keadaan di pangkas atau diterbas oleh oknum yang di duga karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT BSU.

Dan kebetulan kebun saya itu pas berbatasan dengan HGU pt tersebut.entah apa yang menyebabkan kebun saya di rusak dengan cara di terbas terus semprot

Hingga saya mencari kebenaran informasinya,langsung saja saya menuju kantor kebun dan menjumpai pak oskar selaku danru scuriti di PT BSU dan kebetulan ada juga pak askep dari perusahaan saat itu.

Saya tanyakan ke pak oskar kenapa kebun saya atau tanaman pohon sawit bisa terjadi seperti itu,jawab pak oskar itu instruksi dari PT BSU.dan kalau mau nanya apa alasannya itu bukan wewenang saya untuk menjawabnya,itu kewenangan humas perusahaan.ungkap lukman menuturkan

Lanjut lukman akibat kejadian ini saya sangat di rugikan banyak luasan kebun yang di rusak ada empat hektar dengan jumlah batang pohon kelapa sawit 500 lima ratus batang.

Saya dan keluarga melihat kejadian ini jadi shok maka dari saya minta tanggung jawab dari pihak perusahaan.jelasnya

Hal tersebut mengundang respon humas perkebunan PT BSU Ali basrin,hingga dirinya bersama tim dari perusahaan turun di tempat kejadian perkara,dan di ikuti oleh beberapa warga dusun sungai beruang untuk mengambil titik kordinat obyek lahan tersebut.

Yang menurutnya dari hasil kroscek dan pengambilan titik kordinat lahan akan segera di laporkan kepada pihak menejemen perusahaan untuk segera di tindak lanjuti,dan di selesaikan masalahnya.

Namun di tengah tengah diskusi untuk mencari penyelesaian,salah satu warga menyampaikan kepada Ali basrin pihaknya menuturkan.

Kalau letak posisi lahan yang di rusak ini tapal batas antara HGU perusahaan dan lahan ini sudah dua kali di ukur oleh pemerintah baik dari Kabupaten muaro jambi dan Kabupaten Batang hari dan melibatkan orang provinsi juga,

Makanya di tentukan dan sudah di buat patok tapal batas sembari warga tersebut menoleh ke arah patok tapal batas.antar batas lahan milik lukman sihombing dan lahan HGU PT BSU.

Setelah selesai menentukan titik kordinat Ali basrin kembali menyampaikan pokoknya pertemuan kita adalah mencari penyelesaian dengan cara baik baik dan saya janji dalam waktu dua hari kedepan akan saya selesaikan.

Untuk selanjutnya penyelesaian ini kedepan kita berunding di kantor perusahaan PT BSU.ungkap humas …

(Sdk)

Tinggalkan Balasan