Didemo Karang Taruna Pangkalan Lesung, PT SLS ajak musyawarah cari solusi

0

Pelalawan- Riau Mitrapolisi86news.com|Ratusan anggota Karang Taruna Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan, mendatangi kantor PT. Sari Lembah Subur (SLS) Senin (11/9/23). Kedatangan masa ini dengan tujuan menyampaikan aspirasi terkait sejumlah persoalan yang saat ini mencuat antara pihak Perusahaan dengan masyarakat di sekitarnya.

Dari pantauan awak media mitrapolisi86news.com, ada beberapa persoalan yang disampaikan para pendemo yaitu, terkait adanya dugaan alih fungsi sungai untuk di jadikan waduk untuk kebutuhan pabrik dua PT SLS. Selanjutnya persoalan dugaan perusahaan mengolah lahan di luar HGU sehingga menciptakan konflik dengan masyarakat tempatan.

“Konflik ini jangan dibiarkan berkepanjangan apalagi sampai pihak perusahaan menurunkan aparat brimob bersenjata untuk menjaga kebun perusahaan. Ada apa sebenarnya antara perusahaan dengan pemerintah..!!?sehingga di biarkan aparat Negara di jadikan sebagai penjaga aset perusahaan di PT SLS” ujar Juliadi Trisno selaku koordinator aksi.

Sementara kehadiran masa langsung disambut baik oleh pihak perusahaan yang di terima Humas PT SLS Dwiky Tora beserta jajaran dan memberikan waktu untuk berdialog dengan sejumlah perwakilan masa.

“Pihak perusahaan menyambut baik kedatangan masa ke perusahaan ini, pada prinsipnya pihak perusahaan selalu mengedepankan musyawarah dan ingin hidup berdampingan secara harmonis dengan masyarakat sekitarnya, apalagi masyarakat yang berada di lingkungan operasional perusahaan,” ujarnya.

Selanjutnya disampaikan humas, pihak perusahan akan merespon langsung point-point yang disampaikan masyarakat, namun tentunya terkait tuntutan itu, tetap mempedomani aturan yang ada serta menyesuaikannya dengan kebijakan pemerintah.

“Kita menerima dan merespon point-point itu, pastinya kita juga akan berbenah demi kebaikan dan keharmonisan antara perusahaan dan masyarakat, namun kita butuh waktu sebab semua tidak bisa instan dan juga ada regulasi yang harus kita ikuti berdasarkan petunjuk pemerintah yang sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Setelah sekian jam berdialog antara masa anggota Karang Taruna, akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib dan meninggalkan areal perkantoran PT SLS dengan tetap mendapat pengawalan dari aparat keamanan.

(Biola)

Tinggalkan Balasan