Diduga Arus Jaringan Listrik Dikomersilkan Salah Satu Oknum Yang Mengaku Anggota LSM Dan Wartawan,

0

Jambi, Mitrapolisi86news.com | Mengatas namakan dirinya lsm dan wartawan berinisial JM, diduga menjadi pakang jaringan arus listrik demi mendapatkan keuntungan pribadi kepada beberapa konsumen pengguna listrik.

Peristiwa ini terjadi di wilayah desa panca bakti kecamatan sungai bahar Kabupaten muaro jambi, masyarakat setempat sering menyebutnya dengan istilah alamat pasar empat,  Rabu  (21/2/2024).

Hal tersebut di lakukan dengan menumpang salah satu KWH milik warga dengan kapasitas tegangan 1300 wat di tambah daya menjadi 5500 wat untuk di salurkan kepada 7 tujuh rumah warga di sekitarnya termasuk dirinya.

Dari pantauan beberapa awak media, dalam sepekan ini, terkesan antara pihak penyewa KWH atau oknum berinisial JM bekerja sama dengan oknum petugas PLN.

Pasalnya jarak KWH dengan 7 rumah pengguna jaringan atau arus listrik berkisar kurang lebih 300 meter dan hanya memakai tiang kayu sebagi penyangga kabel yang nantinya akan beresiko terhadap adanya konsleting listrik apalagi sebagian kabel ada yang sampai tergeletak atau diletakan di atas tanah.

Dan penyaluran kabel utama ke setiap rumah hanya memakai kabel berukuran 0,25,  tanpa ada MCB, yang menjadi khawatiran akan rawan dengan tingkat konsleting dan menimbulkan kebakaran, pengguna pemakaian arus listrik tersebut sudah berlangsung kurang lebih 4 bulan hingga saat ini.

Dugaan pakang atau mengkomersilan arus jaringan listrik yang di lakukan oknum tersebut, terdeteksi dari keterangan setiap pengguna, saat mereka menyampaikan pembayaran terkait beban iuran yang di keluarkan setiap bulannya, seperti yang di sampaikan yang berinisial SN, YT, dan RD, Dari ketiga pengguna tersebut masing masing orang di kenakan biaya wajib bayar perbulan harus setor kepada JM sebesar Rp 1500,000 satu juta limaratus ribu rupiah.

Dalam hal tersebut berbeda dengan pengguna lain yang berinisial RT perbulan di kenakan biaya Rp 1000,000 satu juta rupiah, serta ML untuk dua rumah di kenakan biaya Rp 600,000 enam ratus ribu rupiah perbulan, dikarenakan cuma pakai buat lampu saja, Berbeda lagi dengan inisial SF kalau saya tidak pernah bayar mas selama ini, karena dana awal untuk peyambungan arus ke arah perumahan ini semua pakai dana saya, jadi saya tidak di tarik dana atau iuran sama JM.

ketika SF dikonfirmasi, “berapa habis biyaya awal untuk penambahan daya dan untuk pembelian kabel Yang di setor ke JM pihak sudah lupa, pokoknya di atas Rp 10,000,000, sepuluh juta rupiah, terang SF.

Dari berbagai keterangan para pengguna arus listrik biayaya perbulan yang harus di setor kepada JM, sebesar RP 5,600,000 lima juta enam ratus ribu rupiah, belum di tambah dana awal dari SF, dan keuntungan JM bisa memakai arus tersebut dengan gratis buat dirinya dan sisa uang dari pembelian pulsa setiap bulannya.

Di tempat terpisah dari keterangan salah satu warga, yang rumahnya di tumpangi untuk penitipan KWH kepada salah satu awak media menjelaskan, di perkirakan setiap bulannya JM menghabiskan biaya pulsa sekitar Rp 3000,000 tiga juta rupiah, ungkapnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan