Diduga Salah Satu Oknum Anggota DPRD Kabupaten, Tapsel Menyalahgunakan Kewenangan Dan Jabatan, Garap Hutan Lindung

0

Tapsel (Sumut) Mitrapolisi86news.com |Dinamika kerusakan hutan semakin marak, sehingga menimbulkan banyaknya dampak seperti banjir dan longsor, Dalam peraturan menteri kehutanan Republik Indonesia tentang pengerusakan dan perlindungan hutan no 18 tahun 2013.

Terkait kerusakan Hutan di Sumatera Utara khususnya di Kabupaten Tapanuli Selatan yang diduga dilakukan oknum DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan, sesuai informasiĀ  dugaan yang dilakukan oleh anggota DPRD, telah melakukan pengerusakan Hutan dan alih fungsi juga dikuasai serta menjadi hak milik pribadi, salah satunya seperti didaerah danau Siais ada sebuah bangunan yang terlihat mewah, dan itu milik Rahmat NST, salah satu anggota DPRD ditambah kebun kelapa sawit yang mencapai puluhan hektare itupun miliknya, senin (30/1)2024).

Muhamad Adnan Nasution, koAktifis Gerakan Pemberantas Korupsi dan Hutan Sumut,”menyampaikan kepada awak media perihal ini harus ditindak lanjuti secara hukum yang berlaku serta menindak tegas siapa saja pelaku perusakan Hutan sekaligus pengguna Hutan tersebut, akan dilanjutkan hingga ke ranah Hukum sesuai pasal perusakan hutan (UU no 18 tahu 2013,) agar tidak ada lagi tindakan dan melakukan pengerusakan hutan yang dapat merugikan pemerintah daerah, serta warga masyarakat yang menerima dampak atas perbuatanya.

“Apa lagi beliau adalah seorang pejabat DPRD yang seharusnya melindungi hutan dan menjaga kelestarian alam buka malah merusaknya, maka dari itu tidak ada pandang bulu bagi siapa saja yang dapat merugikan pemerintah harus ditindak tegas, apalagi beliau adalah aparat harus benar-benar ditindak tegas,”katanya.

Ketika saat dikonfirmasi oknum anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan, tidak pernah ketemu dan selalu menghindar bahkan kontak personnya pun tidak ada tangapanya.

Dilanjukan, demikian pula KUPT dari dinas lingkungan hidup dan kehutanan Sumatera Utara juga sama saat hendak dikonfirmasi salah satu awak media, terkait kasus tersebutĀ  beliau tidak mau menemui dan selalu menghindar hingga berita ini diterbitkan.

 

(Ismail Pasaribu)

Tinggalkan Balasan