Duga’an Menggunakan Material Ilegal,Dan Habis Masa Kontrak Pengerjaan Jembatan Jalan Nasional Temajok-Merbau Belum Selesai,

0

Sambas (Kalbar) mitrapolisi86news.com|Pengerjaan paket pergantian jembatan jalan Nasional Temajuk- Merbau Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Melalui Kementrian PUPR Direktorat Jendral Bina Marga Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Kalimantan Barat.

Sumber Dana APBN TA 2023. Pagu dana Rp 23.200.000.000, Pelaksana Kontraktor PT. Adhi Mulya Perkasa , Konsultan PT.Laras Sembada. Sa’at ini pekerjaan tersebut Masih belum rampung, ada 3 (tiga) jembatan. Diduga gunakan material ilegal (Pasir lokal) dan sudah Habis masa Kontrak terhitung 28 Februari 2023 , 270 hari kalender. disinyalir pekerjaan jembatan tersebut kena denda. Kegiatan pekerjaan jembatan tersebut teranggarkan pada tahun 2023 lalu, hingga pada April 2024 pekerjaan tersebut masih dalam pekerjaan. 19/4/2024.

Dari hasil lansir dari media Perangi Korupsi (KPK) yang sudah tayang ,paket pekerjaan pergantian jembatan tersebut jalan Nasional Temajuk Merbau sebanyak 3 (tiga) unit masih dalam pekerjaan. Hal ini perlu dilakukan pengawasan dan pengawalan yang intens secara bersama-sama demi kelancaran, keseriusan dalam pengerjaan serta sesuai spek tidak menyalahi dari aturan dan kaedah-kaedah yang sudah di tentukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Sebagaimana hasil konfirmasi lansung wartawan Media KPK ( Koran Perangi Korupsi) pelaksana/subkont jembatan jalan Temajok-Merbau “ Untuk plank proyek mungkin sudah rusak atau roboh, nanti kami cek kembali, untuk material lokal maksudnya gimana ya bang?, yang jelas material yang kita gunakan sesuai dengan ketentuan di kontrak. Untuk adendum saya kurang paham bang, kami dilapangan hanya bertugas menyelesaikan pekerjaan”.jelasnya.

Pelaksana juga menambahkan, “Untuk pengadaan material pasangan batu yang di jembatan semua dari subkont, namun sebelum berkontrak dengan kami, mereka sudah menyerahkan persyaratan termasuk terkait dengan quari pasir. Sehingga tetap sesuai secara administrasi dan quality, namun saya kurang paham seperti apa prosesnya karena dari kantor yang urus. Jadi pasir itu masih sesuai ketentuan”. Tegasnya.

Dari GS (General Superintendent/ koordinator pelaksana proyek (sdr S) juga menyampaikan pada media KPK (18/4/2024). “Terkait hal ini, saya cuma fokus untuk percepatan pekerjaan saja bang, agar bisa segera selesai. Semua material dari subkont yang siapkan. Jika sejak awal saya yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut, saya pasti akan berpegang teguh terhadap kaidah-kaidah teknik sebagai mana ilmu saya.”. Tegasnya.

(Wardi)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan