Kapolres Sambas Bersama Kapolsek Semparuk Sigap Dapat Kabar Anggota KPPS Keguguran Habis Menjalankan Tugas Di TPS 07 Desa Seburing

0

Sambas (Kalbar)mitrapolisi86news.com| Pekerjaan sebagai Anggota KPPS Di Pemilu Tahun 2024 Sangat menguras waktu tenaga dan pikiran,bagaimana tidak,Dari pukul 07.00 Wiba pagi sampai pukul 17.00 wiba  besok nya,tentu ini akan menyebabkan terganggunya Kesehatan,dan bisa akan  berakibat patal bagi pelaksana anggota KPPS,kalau tidak di persiapkan kekuatan fisik tenaga dan pikiran.

 

Kini telah terjadi di Desa Seburing Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas seorang anggota KPPS yang bertugas di TPS 07 Saudari Wiwik mengalami keguguran di saat selesai mengerjakan tugas nya,

Begini Kronologinya.

Pada tanggal 14 Februari 2024 saat menjalankan tugasnya sebagai Anggota KPPS di TPS 07, Saudari Wiwik masih dalam kondisi sehat, tidak mengeluhkan sakit apapun pada fisik maupun kandungannya. Setelah menyelesaikan tugasnya di TPS 07 sekitar pukul 17.00 WIB kemudian pulang ke rumahnya untuk beristirahat.

 

Keesokan harinya pada tanggal 15 Februari 2024 pukul 14.00 WIB seluruh anggota KPPS TPS 07 Desa Seburing merapikan Tempat Pemungutan Suara. Setelah itu dilanjutkan dengan pembagian honorium KPPS  TPS 07 di saat itu  Wiwik sudah mengeluhkan keadaan fisik yang kurang sehat. Selanjutnya pada jam 18.30, menurut keterangan Darso selaku suami nya  Wiwik masih kurang sehat (demam). Sekitar pukul 19.00 WIB  Wiwik dibantu suami untuk berbaring, dengan kondisi kesehatan yang menurun drastis.

 

Kemudian untuk memastikan kondisi beliau saat itu, maka suami dan keluarga membawa  Wiwik ke Klinik Rumah Bersalin Amkur Pemangkat  untuk memastikan kondisnya. Setelah di cek oleh Petugas di Klinik Rumah Bersalin Amkur Pemangkat, saudari Wiwik mengalami kelelahan saat bertugas sebagai anggota KPPS di TPS 07 Desa Seburing sehingga mempengaruhi kesehatan janin yang ada di dalam kandungannya.

 

Mengetahui hasil pengecekan dari Klinik Rumah Bersalin Amkur, pihak klinik menyampaikan bahwa bayi yang ada di dalam kandungan tidak bisa di selamatkan dan harus dilakukan kuret pada keesokan harinya.

 

Keesokan harinya pada tanggal 16 Februari 2024 proses kuret dilakukan sekitar pukul 08.00 Wiba dan setelah proses kuret selesai dan reaksi dari obat bius sudah hilang, pada jam 13.00 saudari Wiwik sudah diperbolehkan pulang dan keluarga membawa pulang Wiwik untuk beristirahat di rumah.

 

Julian Selaku Ketua PPS Desa Seburing membenarkan kejadian tersebut dan telah melapor kan kejadian ke Camat PPK dan Mapolsek Semparuk,

 

Pihak media pun Dapat Kabar dari Mapolsek Semparuk,membenarkan  kejadian tersebut,Minggu 25 Februari 2024 sekira pukul 10.30 wiba pagi kapolsek Semparuk bersama  Kapolres Sambas turun ke lokasi mendatangi rumah nya pihak keluarga korban.turut di hadiri Kepala Desa Seburing dan Ketua PPS Desa Seburing.

 

(Wardi).

Tinggalkan Balasan