Komisioner KPU Sambas Bungkam Di Tanya Nominal Santunan Petugas KPPS Keguguran

0

Sambas (Kalbar) Mitrapolisi86news.com|Wiwik salah satu petugas anggota KPPS Desa Seburing Kecamatan Semparuk mengalami keguguran setelah selesai menjalan kan tugas nya di TPS O7 Desa Seburing Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas tentu kasus ini menjadi perhatian berbagai pihak,dan menjadi sebuah duka yang mendalam yang di alami Wiwik bersama suaminya 26 Maret 2024

Kejadian itu beberapa minggu yang lalu pihak Polres Sambas di dampingi Polsek Semparuk mendatangi korban di rumahnya setelah korban di rawat inap 1 malam di Klinik Bersalin Amkur Pemangkat untuk memberikan santunan kepada pihak korban (Wiwik).

UU KPU TH 2023 Pemerintah Indonesia melalui badan Ad Hoc penyelenggaraan Pemilu 2024, memberikan santunan uang kecelakaan kerja. Santunan tersebut, diberikan kepada petugas PPK, PPS, Pantarlih, KPPS, PPLN, Pantarlih Luar Negeri, dan KPPS Luar Negeri.

Nominal santunan kecelakaan kerja bervariatif, mulai dari jutaan hingga puluhan juga. Bagi petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia, mendapat santunan Rp36 juta per orang.

Berikut jenis santunan kecelakaan kerja dan besarannya.                          “Meninggal dunia: Rp 36 juta per orang.  Cacat permanen: Rp 30,8 juta per orang. Luka berat: Rp 16,5 juta per orang. Luka sedang: Rp 8,25 juta per orang.     Bantuan biaya pemakaman: Rp 10 juta per orang.”

Dari hasil informasi yang di dapat pihak media.Korban hanya dapat santunan Rp 4.000.000 belum di potong admin nya, di transfer lansung ke no rekening Bank BRI pihak korban,dan informasi itu di benarkan oleh Ketua PPK Semparuk dan ketua PPS Desa Seburing,ada dua orang pegawai Komisioner KPU Sambas mendatangi rumah korban mengambil photo simbolis, tersambung telpon via whatsapp saat wartawan mencari kebenarannya informasi tersebut.

‘Pihak wartawan pun berusaha menelusuri informasi tersebut untuk berusaha konfirmasi ke komisioner KPU Kabupaten Sambas tersambung pesan via whatsapp namun semua isi Pesan sama sekali tidak di tanggapi, bahkan no kontak salah satu wartawan telah di blokir oleh Sekretaris KPU Sambas dan seakan akan bugkam,dan alergi dengan wartawan,ada apa dengan komisioner KPU Sambas.?”

(Wardi)

Tinggalkan Balasan