Masyarakat Alasa menjerit akibat kelangkaan BBM karena Jiregen+drum, di duga oknum karyawan SPBU kebal hukum

0

Nias Utara (Sumut) mitrapolisi86news.com|Bukan hal yang asing lagi tentang aturan atau larangan pengambilan BBM bersubsidi dengan menggunakan Jiregen apalagi menggunakan drum. Peraturan tentang penyalahgunaan BBM bersubsidi diatur dalam Undang-undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Pasal 53 sampai Pasal 54.

Hal tersebut juga telah di tegaskan oleh Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting bahwa “Dengan berubahnya Pertalite dari bahan bakar umum menjadi bahan bakar penugasan JBKP, dimana didalamnya terdapat unsur subsidi atau kompensasi harga dan alokasi kuota, maka Pertamina melarang SPBU untuk melayani pembelian Pertalite menggunakan jerigen atau drum untuk diperjualbelikan kembali di level pengecer,” ujar Irto dikutip dari CNBC Indonesia.

Adapun aturan pelarangan untuk melayani pembelian JBKP Pertalite dengan jerigen ini telah sesuai juga dengan Surat Edaran Menteri ESDM No. 13/2017 mengenai Ketentuan Penyaluran Bahan Bakar Minyak melalui Penyalur. Namun hal tersebut seakan tak di indahkan oleh karyawan-karyawan SPBU Fulolo Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara.

Sejauh pantauan awak media mitrapolisi86news.com langsung dilokasi, tampak terlihat adanya pengisian BBM bersubsidi menggunakan Jiregen apalagi drum, dengan menggunakan metode jitu untuk mengelabui masyarakat seperti menggunakan mobil minibus berkedok mengisi minyak namun diduga kuat didalamnya berisi beberapa Jiregen untuk menampung BBM, Selasa (23/04/24) Pukul 08.24 Wib.

Mengingat hal tersebut, awak media mencoba menyampaikan hal ini kepada pihak Polsek Alasa untuk memberikan teguran, (23/04/23).

Kapolsek Alasa AKP M. Ikhsan saat dijumpai di ruang kerjanya mengatakan, “saya akan turun langsung di SPBU Fulolo untuk menghimbau agar pengisian jiregen tidak dilakukan karena itu sangat bertentangan dengan aturan yang ada,” ungkap Kapolsek.

Beberapa saat kemudian tampak terlihat mobil yang dikendarai oleh Kapolsek melaju ke arah SPBU.

Besoknya lagi-lagi awak media melakukan investigasi dilokasi SPBU, Namun anehnya papan merk bertuliskan PERTALITE sedang dalam perjalanan sudah terpasang di depan SPBU sedangkan didalam SPBU diduga adanya aktifitas pengambilan BBM menggunakan jiregen, rabu (24/04/24) pukul 09.56 Wib.

Usut punya usut, ternyata hal itu bukan kali pertama kejadian di SPBU Fulolo Alasa. Namun menurut beberapa warga yang merasa kecewa dengan perlakuan oknum Karyawan SPBU inisial SH tersebut mengatakan bahwa, “hal itu sudah bergulir sejak beberapa bulan terakhir, sehingga selama ini masyarakat menjerit membeli pertalite yang harganya sebesar Rp 10.000/1 botol aqua tanggung kepada para pengecer.

Masyarakat meminta agar oknum Karyawan SPBU Fulolo Kecamatan Alasa tersebut segera di pecat oleh pihak perusahaan dan apabila pihak Perusahaan SPBU tidak mau mengindahkan, diminta agar PT. PERTAMINA cabang Gunungsitoli segera menutup SPBU tersebut karena sudah banyak menyusahkan masyarakat.

(Red)

Tinggalkan Balasan