Pematokan pertama program pembangunan sanitasi septic tank di Desa Harefa berujung ricuh

Nias Utara Sumut-mitrapolisi86news.com|Pemerintah Kabupaten Nias Utara melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Perhubungan serta Lingkungan Hidup Kabupaten Nias Utara melaksanakan pematokan tahapan pelaksanaan Program DAK Bidang Sanitasi Tingkat Kabupaten Nias Utara T.A. 2023 khususnya yang di sasarankan untuk Desa Harefa dengan pagu anggaran Rp. 620.000.000 yang berlangsung di salah satu rumah warga Desa Harefa Kecamatan Tugala Oyo Kabupaten Nias Utara, rabu (28/06/23).

Sesuai dengan Program Pemerintah bahwa Pembangunan SANITASI ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Nias Utara. Kegiatan ini meliputi pekerjaan pembangunan bilik toilet, grasetrap, bak kontrol, septik tank pabrikasi dan sumur resapan.

Sejauh informasi yang berhasil dihimpun bahwa progres pembangunan sanitasi septic tank tersebut di buat dalam bentuk kelompok yang mana nama kelompok Desa Harefa adalah HASARA, yang di Ketahui bahwa Marinus Murni Waruwu sebagai Ketua, sekaligus ketua BPD yang masih aktif.

Dalam acara sosialisasi tersebut tampak terlihat adanya kesenjangan presepsi antara KSM dengan para pengurus kelompok hingga berujung ricuh dan saling dorong-medorong.

Kericuhan yang terjadi tersebut di duga kuat akibat kesenjangan informasi pada tahap awal bahwa dari anggaran sebesar Rp. 620.000.000 tersebut di peruntukan untuk 62 Unit bangunan dengan anggaran biaya pembelanjaan setiap uninya perkiraan sebesar Rp. 10.000.000.

Hal itu di sampaikan oleh beberapa orang Warga Desa Harefa yang salah satunya adalah mantan Kepala Desa Harefa Sozaro Waruwu kepada wartawan media mitrapolisi86news.com, rabu (28/06/23).

“Pada Sosialisasi awal, program pembangunan sanitasi septic tank ini dikatakan bahwa 62 KSM, namun pada kenyataannya setelah dilaksanakan rapat penandatanganan berita acara sakaligus penyerahan hibah kepada pengurus KSM maka berubah dari sosialisasi awal, yang 62 unit menjadi 50 unit. penarikan dana tahap awal sebesar 25% Rp. 155.000.000, sedangkan anggaran biaya yang digunakan tak satu sen pun berkurang,” beber anggota BPD aktif itu.

Hal senada di sampaikan oleh mantan Ketua BPD Desa Harefa Sodiso Waruwu “Kami sebagai masyarakat Harefa merasa bertanya-tanya, ada apa dengan pembangunan Sanitasi septic tank di Desa Harefa, padahal anggaran masih tetap. Dan sedangkan pada tahap pencairan awal ini sebesar Rp. 155.000.000 kami sebagai KSM hanya menerima 7 lembar Seng, 2 Sak Semen dan satu buah Closet untuk 20 KSM tahap awal,” Cetusnya.

Lebih lanjut ianya mengatakan “disamping itu, kami merasa adanya hal lain yang di duga melenceng dari yang telah ditentukan sebelumnya, contoh dari segi Volume bangunan. Yang awalnya kami diminta untuk memberikan hibah dengan Volume 2×3 M, namun kenyataannya setelah pencarian tahap awal ini kami di beritahu bahwa Volume bangunannya tinggal 120x120Cm, dengan Alasan bahwa bahan material sampai kelokasi begitu mahal. Padahal di Desa Kami ini harga Semen dari Kota Gunung Sitoli sampai Kelokasi hanya Rp. 110.000/Sak itupun semen Padang,” tandasnya nada kecewa.

Menyikapi hal itu, wartawan media Mitrapolisi86news.com mencoba mengonfirmasikan Kepada Ketua Kelompok Marinus Murni Waruwu. Ianya di duga mencoba berdalih dengan mengatakan bahwa “Kami sebagai pengurus Kelompok ‘HASARA’ Desa Harefa hanya menjalankan apa yang menjadi petunjuk dari pihak Kabupaten Nias Utara. Dan bila mana ada yang mungkin kurang jelas dengan penjelasan kami, atau ada yang tidak sesuai dengan petunjuk dari Kabupaten pelaksanaan kami, maka kami siap mempertanggungjawabkan nya. Ungkapnya

Di tempat terpisah team media mitrapolisi86news.com mencoba mengkonfirmasikan kepada AFERLIN HULU selaku PPK melalui telepon selulernya di nomor +62812-6435-xxxx kamis (29/06/23). Ianya membenarkan bahwa “benar Sumber dana Pembangunan sanitasi septic tank ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang Pagu dananya sebesar Rp. 620.000.000. Namun memang benar pada awalnya kami memprogramkan anggaran tersebut diperuntukkan untuk 62 KSM dengan anggaran Rp. 10.000.000/Unit. Tetapi setelah Tim Survei datang langsung ke Lokasi, ternyata adanya perubahan rencana dari yang telah diprogramkan sebelum, mengingat harga material di Daerah sana melambung tinggi. Sehingga pada saat penetapan dari anggaran Rp. 620.000.000 hanya dapat tercover sebanyak 50 unit dengan ukuran volume bangunan 120 cm x 120 cm persegi. Jelas PPK itu.

Lebih lanjut team media mitrapolisi86news.com mencoba menggali informasi tentang apa-apa saja bahan material yang di anggap harganya melambung tinggi di Desa Harefa? Sedangkan menurut keterangan dari masyarakat bahwa harga Semen dari Gunung Sitoli sampai Kelokasi hanya sebesar Rp.110.000/Sak, sedangkan bahan material seperti pasir hanya sekitar Rp.150.00/Pick up.

Aferlin Hulu mencoba berdalih dengan mengatakan bahwa, “kalau hal itu kami tidak bisa menguraikannya satu persatu sama abang”. Ungkap Aferlin Hulu.

(Yuliso Gulo)