Penetapan tersangka penyelundupan Sisik Trenggiling di nilai janggal, begini tanggapan DPRD Kota Tanjung Balai

0

Tanjungbalai (Sumut) mitrapolisi86news.com|Dewan perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungbalai gelar rapat dengar pendapat (RDP) antar lintas komisi, terkait adanya dugaan kejanggalan serta keanehan dalam melakukan Penetapan terhadap Tersangka Penyelundupan Sisik Trenggiling oleh Bea Cukai Teluk Nibung, yang di gelar di Aula Kantor DPRD Kota Tanjung Balai, Senin (15/1/2024).

RDP tersebut di hadiri lintas Komisi yang dipimpin oleh Ketua Komisi B Hj Artati, Komisi A Syafril Margolang, Ketua Komisi C Martin dan anggota Teddy Erwin, serta anggota Dewan lainnya Husaini Sinaga, Said Budi Syafril, serta Neny Kosasih.

Pada kesempatan itu salah seorang anggota DPRD Kota Tanjung Balai Syafril Margolang mengatakan, “Kita merasa aneh bea cukai Teluk Nibung menetapkan Nakhoda atau kapten kapal sebagai tersangka penyelundup Sisik Trenggiling, sementara Nakhoda tersebut tidak tahu menahu apa isi kapalnya, dan lagi dianya hanya sebagai Kapten cadangan,” ungkap anggota Dewan yang akrab disapa Bung Cakpin itu.

Hal Senada juga diungkapkan oleh Martin, ianya mendesak agar Bea Cukai teluk Nibung mengungkap kasus ini dengan sebenarnya. “Tidak mungkin perusahaan pelayaran tidak tahu, kami minta kepada Kepala Bea cukai Teluk Nibung, angkat dulu pihak perusahaan beserta agennya, pasti ketahuan siapa pemilik trenggiling tersebut,” ujarnya.

Sementara Teddy Erwin juga mengatakan, “kita merasa aneh dan patut kita duga adanya kejanggalan terhadap kejadian ini, setahu saya tidak pernah ada seseorang yang ditetapkan sebagai tersangka di sangoni, dikasih uang yang dasarnya kemanusiaan, kasihan, silakan Pak Kepala Bea Cukai mau Bapak kasi pribadi, bukan dari kelembagaan, ini sebagai bentuk keanehan,” tandasnya.

Lebih lanjut ianya mengatakan, “Kalau hal seperti ini terjadi, Saya kira setiap orang yang ditetapkan sebagai tersangka pastinya keluarganya bersedih tidak mungkin gembira, jadi setiap orang sedih bapak kasih duit, saya kira gawat! Memangnya banyak kali dana Bea cukai ini? Dari situlah muncul kecurigaan kami jadinya,” tegas Teddy Erwin.

Di tempat terpisah Kepala Bea cukai Teluk Nibung Nurhasan Ashari saat diwawancarai sejumlah awak Media mengatakan kami tidak berniat mempermainkan hukum. “Kami sangat senang diawasi, ini menjadi pembelajaran bagi kami, terkait uang tidak ada kami membeli yang namanya tersangka silahkan gali, ini adalah rasa kemanusiaan kami,” pungkasnya.

(Ana)

Tinggalkan Balasan