Perbaikan jembatan di desa bukit mas kecamatan sungai bahar menuwai polemik.

0

Muaro(jambi)mitrapolisi86news.com.berkisar lebih kurang pada bulan mei 2023,jembatan yang berada di desa bukit emas kecamatan sungai bahar Kabupaten muaro roboh.

Menurut keterangan beberapa warga setempat hal tersebut di akibatkan adanya banjir dan besarnya debit air pada saat musim penghujan.

Sehingga menggerus salah satu dinding jembatan yang menyebabkan jembatan tersebut roboh.akibatnya akses jalan untuk mengeluarkan hasil produksi kelapa sawit petani jadi terkendala.

Hal tersebut mengundang perhatian warga dan pemerintah desa,sehingga SARTIM selaku kepala desa setempat mengumpulkan beberapa warga dan tokoh masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut kades menyampaikan untuk menanggulangi perbaikan jembatan nantinya akan di bantu alat berat dan material dari dinas pekerjaan umum Kabupaten muaro jambi.

Di antaranya Alat berat exsapator,BBM satu (1) ton,tukang las dari pu,alat las dari pu,kawat las sebanyak 25 kg,besi dari PT BSU.

Namun setelah beberapa hari di tunggu-tunggu bantuan dari dinas pu muaro jambi tak kunjung datang,sehingga masyarakat mengambil sikap melalui rapat untuk perbaikan jembatan tersebut dengan menggunakan dana KUD sebesar Rp 60,000,000 enam puluh juta rupiah.di luar dana konsumsi dan tenaga kerja.

Ketika pekerjaan akan di mulai bantuan dari dinas pu muaro jambi yang di datangkan hanya alat berat jenis exsapator saja,itu pun kerjanya tidak maksimal,dengan alasan alat berat tidak bisa menyebrang karena banjir padahal yang harus di kerjakan ada di sebrang sungai tersebut.

Akibat kondisi tersebut beberapa warga di antaranya dedy,manik,serta pak RT kepada mitrapolisinews menyampaikan pihaknya merasa kecewa atas penyampaian kades saat rapat,katanya semua akan di bantu dari pu Kabupaten namun hingga kini tidak ada kabarnya.hanya exsapator saja yang dapat bantuan dari pu,ungkap dedy dan manik.merasa kesal.

Lanjut dedy yang bikin kami kecewa bang,exsapator dari pu yang seharusnya kerja di jembatan,malah di alihkan untuk mengerjakan kolam oleh pihak desa dan itu di rentalkan oleh pihak pu.

Terakhir exsapator hanya membantu penimbunan saja selama setengah hari kerja,selebihnya di rental atau di sewa oleh desa untuk pembuatan kolam,dan ada warga juga yang menental bang.

Sehingga warga mengerjakan reruntuhan atau longsoran tanah serta menancapkan tiang besi penyangga jembatan dengan sistem manual dan peralatan seadanya.ujar dedy

Ketika hal tersebut di konfermasikan kepada kepala desa sartim di kantor, pihaknya membenarkan tentang kondisi tersebut.

Namun pada saat kami menghadap di kantor PMD Kabupaten ternyata permintaan permohonan perbaikan itu tidak semudah seperti apa yang kami sampaikan dalam dalam rapat .

Menurutnya pihak Dinas PMD Kabupaten menyampaikan soal permohonan itu tidak bisa hanya di putuskan di Kabupaten saja itu harus mendapat persetujuan PMD pusat.

Hingga saat ini kami dari pihak desa tidak pernah lagi menindaklanjuti permohonan itu pak.terang kades

Menanggapi soal alat berat yang kami rental untuk pembuatan kolam itu benar,dan kami ada surat perjanjianya dengan pak kabid Bestari.

Biaya rental exsapator sebesar Rp 70,000,000 dengan masa kerja selama kurang lebih 92 jam yang sumberdananya kami alokasikan dari dana desa di bidang ketahanan pangan,ungkapnya..( sidik )

Tinggalkan Balasan