Peserta PSR KUD jujur lestari keluhkan dampak dari kondisi bibit kelapa sawit dan cuaca

0

Jambi-mitrapolisi86news.com|Program psr peremajaan sawit rakyat di Kabupaten muaro jambi masih terus bergulir dari tahun 2018 hingga saat ini,dari pantauan kru media mitrapolisi86news.com.Di antaranya saat ini september 2023 tahap penanaman bibit kelapa sawit masih berjalan yaitu di KUD JUJUR LESTARI unit 15 desa Bukit makmur Kecamatan sungai bahar Kabupaten muaro jambi.

Dari hasil investigasi media ini di lapangan dan dari penuturan beberapa warga peserta PSR, KUD Jujur lestari,menyampaikan dalam kondisi kemarau ini bibit sawit yang telah di tanam banyak yang mati,punya saya saja sampai delapanbelas batang pokoknya rata rata perkapling sampai sepuluh batang yang mati tutur salah satu peserta PSR yang enggan di sebut namanya.

Di tempat terpisah,salah satu warga yang saat itu kebetulan berada di lokasi lahan PSR miliknya,dirinya menyampaikan mengenai soal bibit sawit,pihaknya menyayangkan kondisi bibit sawitnya,karena bibit yang mereka tanam kebanyakan kuning kuning duanya dan pelepahnya tidak mekar alias tegak lurus.

Hal tersebut bukan tanpa alasan menurutnya karena tempat penangkaran bibit tersebut terkena proyek jalan tol,sehingga bibit yang telah di kontrak oleh KUD sama pihak penangkaran di pindah tanpa di kasih jarak terkesan numpuk numpuk hingga menyebabkan bibit tidak bisa mekar Pelepahnya dan di perkirakan kondisi seperti itu di penangkaran dalam waktu yang cukup lama.

Menanggapi kondisi bibit tersebut beberapa warga peserta PSR juga berpendapat sama dan membenarkan kalau kalau bibit tersebut di pindah dari penangkaran awal ke lain lokasi tanpa di berikan jarak sehingga berakibat pelepah bibit sawit menguning dan tidak mekar kesamping alias lurus ke atas.

Lebih jauh peserta PSR juga mengeluhkan di karenakan pihaknya tidak bisa memilih bibit sendiri pada waktu pengambilan bibit sawit di penangkaran di CV TRICINDO MANDIRI Desa muaro sebapo kecamatan mistong Kabupaten muaro jambi provinsi Jambi tepatnya di PAL 18.

Saya hanya di perbantukan untuk menghitung bibit yang di muat dalam mobil jadi susah untuk memilih mana yang layak di tanam atau belum karena tenaga bongkar muatnya orang dari penangkaran.tuturnya

Menyingkapi keadaan tersebut kru media mitrapolisi86news.com Dua kali menyambangi kantor KUD dan satu kali ke rumah kediaman ketua KUD setempat selaku pengelola PSR.namun kantor selalu tutup,begitu juga dengan rumah kediamanya.

Namun sangat di sayangkan bagaimana peran serta tanggung jawab TIM MONEV (tim monitor dan evaluasi) sebagai pendamping PSR dari Kabupaten sigit Purwoko atas keadaan pekerjaan tersebut,sementara tim monev telah di biayai oleh negara karena pihaknya sebagai PNS yang di berikan kuasa dalam pengawasan pekerjaan replanting hingga selesai.

Di duga dan terkesan antara tim monev dan penyedia bibit penangkaran melakukan pembiaran atas keadaan tersebut tanpa memperdulikan hak dan kewajiban para konsumen,yang menggunakan barang dan atau jasa perusahaan.

Ketika hal tersebut di konfermasikan kepada salah satu tim pendamping monev sigit Purwoko via whatsaap beberapa waktu lalu hingga kini tidak pernah aktif.

(sdk)

Tinggalkan Balasan