PN Pelalawan Vonis Ringan Erwin Zega, Terdakwa Pemalsuan SKCK

PELALAWAN, Mitrapolisi86news.com
Zega sang tulang punggung keluarga akhirnya mendapat keadilan dari pengadilan negeri Pelalawan.
Hari ini senin tanggal 17 Juli 2023 akhrinya Perkara Pemalsuan SKCK yg dilakukan oleh Erwin Zega telah sampai pada tahap akhir pembacaan putusan. Sidang yg berlangsung Pada Jam 15.00 Wib yg dibuka langsung oleh Ketua Majelis Hakim Elvin Andrian S.H.,M.H dan anggota Alvin Ramadhan, S.H.,M.H, Agelia irene putri, S.H.,M.H.

Sidang tersebut dihadiri oleh Penasehat Hukum Terdakwa yaitu Efesus DM Sinaga, S.H.M.H, Sariaman S.H.,Cmd dan Purnama H Lase, S.H beserta dihadiri Oleh JPU.

Pada pertimbangannya mejelis hakim membacakan hal-hal yang memberatkan dimana yg pertama Erwin Zega telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan subsidair Pasal 263 ayat 2 KUHP dan Hal2 yg meringankan yaitu Erwin Zega menyesali perbuatannya, Erwin Zega belum pernah dihukum sebelumnya, Erwin zega Sebagai tulang punggung keluarga.

Lanjut ia, setelah membacakan hal tersebut akhirnya Majelis Hakim Membacakan hukuman Erwin zega yakni  Erwin Zega di pidana dengan pidana penjara selama 4 Bulan Penjara. Putusan ini lebih ringan satu bulan dari Tuntutan JPU yg mana JPU menuntut Erwin Zega dengan hukuman 5 Bulan Penjara. Setelah putusan tersebut dibacakan hakim langsung menanyakan kepada pihak penasehat hukum dan JPU apakah putusan tersebut diterima dan Penasehat hukum dan JPU sama2 menerima putusan tersebut.

Setelah sidang selesai, Tim PH dari Erwin Zega dari Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia Pelalawan (POSBAKUMADIN Pelalawan) memberikan pernyataan,” Bahwa atas putusan tersebut kami selaku Tim Penasihat hukum sangat puas,” ujar PH Erwin zega.

Selain itu dikatakan dia, dimana putusan hakim tersebut telah mencerminkan rasa Keadilan dan akhirnya klien kami pun akan segera menghirup udara bebas dan kembali beraktifitas seperti semula.

“Karena dari awal peristiwa ini terjadi bukan karena adanya niat jahat dari Erwin Zega melainkan didasarkan karena kepentingan mendesak utk lamaran kerja mengingat Erwin Zega adalah tulang punggung keluarga dan orang tuanya juga dalam keadaan sakit,” katanya.

Sehingga atas desakan situasi tersebut mau tidak mau Erwin Zega melakukan perbuatan tersebut apalagi pada saat itu kontrak dari erwin zega berakhir. Dan ibu dari Erwin terus mendesak agar Erwin Zega melamar kerja supaya tidak menganggur.

Kemudian Soal kerugian yg didalikan oleh JPU yg menyatakan, bahwa perbuatan Erwin Zega ini telah menimbulkan kerugian sudah terbantahkan, sebagaimana dikutip dari keterangan saksi dari PT. MSM menerangkan, bahwa perbuatan Erwin Zega ini yg memalsukan SKCK sama sekali tidak menimbulkan kerugian bagi perusahaan bahkan sebaliknya selama ini kinerja Erwin Zega sangat bagus bahkan memberikan kontribusi yg besar bagi perusahaan.

“Sehingga sejak saat itu kami PH meyakini klien kami akan dihukum ringan,” pungkas Efesus dengan tegas.

Senada dengan Efesus, Sariaman S.H juga menyampaikan, bahwa sejak semula perkara ini dilimpahkan Penasehat hukum Pelalawan. “Kami selaku Penasehat Hukum sangat optimis bahwa klien kami akan dihukum ringan sebab dari pembuktian
tidak ada yg memberatkan Erwin Zega,” tegas Sariaman.

Purnama H Lase, S.H yang sejak semula mendampingi perkara ini dari penyidikan hingga P21 sangat puas.

Ia menuturkan, bahwa kasus ini semula telah Viral di media sosial Tik Tok dan menyita perhatian publik. Karena seharusnya kasus seperti ini tdk layak utk sidangkan melainkan cukup diberikan edukasi. Memang dalam memperjuangkan kasus ini tidak mudah semuala kami telah mengupayakan beberapa upaya hukum Restorative Justice baik di Polres Pelalawan dan Kejari Pelalawan namun hingga perkara ini diputus permohonan tersebut tak kunjung direspon. “Tetapi demikian kita sdh optimis klien kita akan dihukum ringan,” kata Purnama H Lase diawak media.

Pada sidang itu juga turut hadir keluarga Terdakwa yaitu Wawan zega selaku adik Terdakwa. Wawan sangat senang dan sangat berterima kasih kepada Tim Penasehat hukum yg selama ini memperjungkan perkara saudara kami ini. Bahkan hal yg tdk bisa kami balas kepada Tim Penase.

(Biola)