Polisi Tetapkan 5 Orang Tesangka, Kasus Kontainer Berisi B3 Jatuh ke Laut di Pelabuhan Namlea

Polres Pulau Buru saat gelar press release tersangka kasus kontainer berisi B3 jatuh ke laut saat bongkar muat di Pelabuhan Namlea, Kamis (13/7/2023).

Polres Pulau Buru saat gelar press release
tersangka kasus kontainer berisi B3 jatuh ke laut saat bongkar muat di Pelabuhan Namlea, Kamis (13/7/2023).

BURU MALUKU, Mitrapolisi86news.com Tragedi jatuhnya satu unit konteiner yang berisi bahan berbahaya (B3) yang menghebohkan warga yang mendiami seputaran bibir pantai pelabuhan besar Namlea serta masyarakat perkotaan yang terjadi pada selasa 28 maret 2023 lalu sempat jadi teka-teki, kini akhirnya terjawab sudah.

Berdasarkan hasil penyelidikan Polres Buru menetapkan lima orang tersangka. Penetapan tersangka tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Pulau Buru, AKBP Nur Rahmanm S.I.K, M.M saat menggelar pres reliase dilobby sat Reskrim Kamis, 13/7/2023.

Lima tersangka tersebut, antara lain, H. Wawan alias Aris, alias Puang Aris, Ridwan alias Ridho, Fadli, Hardjantho alias Anto dan Harun Kaisabu alias Harun.

Pada Kesempatan itu Kapolres Buru menyampaikan “Adapun Kronologis Kejadian, Pada hari Selasa tanggal 28 Maret 2023 sekiranya pukul 04.44 WIT bertempat di sekitaran laut Pelabuhan Namlea Desa Namlea Kec. Namlea Kabupaten Buru telah terjadi peristiwa jatuhnya 1(satu) unit container dengan nomor GVCU210168-2 berukuran 20 feet (18 ton) dari atas Kapal Pelni KM Doloronda,” jelas Kapolres.

Kapolres Buru yang didampingi oleh Kasat Reskrim, Iptu Aditya Bambang Sumdawa S.I.K dan Paur Humas Aipda MYS Jamaludin menjelaskan, proses jatuhnya konteiner dengan bobot 18 ton itu, pada saat melakukan aktifitas bongkar muat, kontener tersebut jatuh akibat putusnya tali sling dari derec/crane yang berada diatas Kapal sehingga terjatuh mengenai pinggir dermaga dan terjebur kedalam laut.

“Akibat dari peristiwa tersebut, terdapat matinya biota laut (berbagai jenis ikan dasar) disekitaran laut Pelabuhan Namlea, kemudian contener tersebut berhasil dievakuasi dari dasar laut pada hari Rabu tanggal 29 Maret 2023 sekiranya pukul 10.00 WIT oleh pihak Kepolisian dan Instansi terkait,” beber Kapolres.

Dalam keterangan persnya, Kapolres menerangkan peran masing – masing tersangka antara lain, “H. Wawan sebagai pemilik barang bukti B3 yang berada dalam konteiner, Ridwan dan Fadli sebagai pihak ekspedisi yang bertanggungjawab atas pengiriman konteiner yang berisi barang bukti B3, Hardjanto Galea sebagai orang yang menyuruh untuk melakukan pengoperasian Block Crane konteiner yang berisikan B3 pada saat proses bongkar muat kapal KM Dorolonda dipelabuhan laut Namleal, Sedangkan Harun Kaisabu sebagai orang yang mengoperasikan Block Crane untuk menurunkan konteiner yang berisikan B3 tersebut. Akibat kelalaian Harun Kaisabu, konteiner dengan ukuran 20 feet itu menyebabkan jatuh kedalam laut,” tandasnya.

Lebih lanjut ianya mengatakan, “dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan Polres pulau Buru berhasil menyita barang bukti berupa Sodium Tetraborate Decahydrate, Natrium Hidroksia (NaOH), Karbon (C), Kalsium Karbona (CaCO3), Kalsium Oksida (CaO), Asam Nitrat (HN03), Hodrogen Peroksida (H2O2), Natrium Sianida (NaCN) dan Sianida (CN), yang mana para tersangka dalam menjalankan modus operandi untuk mengelabui petugas dengan mengemas barang berbahaya tersebut dalam bentuk kemasan karung terigu,” jelas Kapolres Buru.

Para tersangka kini telah diamankan di Polres pulau Buru berdasarkan laporan Polisi Nomor LP/A/23/IV/2023.SPKT SAT Reskrim Polres Pulau Buru /Polda Maluku, tanggal 3 April 2023 dan surat perintah penyidikan nomor SP.Sidik /12)IV Res.5.5/2023 Reskrim tanggal 03 April 2023. TKP Pelabuhan laut Namlea, Desa Namlea Kecamatan Namlea Kabupaten Buru.

Pasal yang di sangkakan kepada para tersangka sebagaimana dimaksud dalam pasal 107 dan atau pasal 99 ayat 1 undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai mana telah diubah dalam pasal 22 peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta kerja, peraturan pemerintah nomor 74 tahun 2001 tentang pengelolaan bahan berbahaya dan beracun B3 dan peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup Jo pasal 55 ayat 1 ke 1e KUH pidana.

Atas perbuatan para tersangka tersebut dijerat dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun serta denda paling sedikit 5 Miliar dan paling banyak 15 Miliar.

(La Musa)