Polisi Ungkap Motif pelaku Pembunuhan Terhadap Pedagang Sate di Bekasi, Kesal karena Tak Diberi Uang

Kapolsek Medansatria, Kompol Nur Aqsha Ferdianto saat persrilis ungkap kasus pembunuhan pedagang sate di Kota Bekasi. (Foto:ist)

Kapolsek Medansatria, Kompol Nur Aqsha Ferdianto saat persrilis ungkap kasus pembunuhan pedagang sate di Kota Bekasi. (Foto:ist)

KOTA BEKASI, Mitrapolisi86news.com Penyidik Polsek Medansatria, Kota Bekasi menyerahkan tersangka menghilangkan nyawa pedagang sate ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI AD. Tersangka tidak lain adalah anak korban, DR (22), yang sedang dalam proses pemecatan dari kesatuannya karena kasus lain.

Kapolsek Medansatria, Kompol Nur Aqsha Ferdianto mengatakan, motifnya karena kesal lantaran tidak diberi uang Rp 8 juta untuk keperluan sehari-hari.

Motif pelaku yaitu meminta uang kepada korban, namun tidak diberikan, jumlahnya kurang lebih Rp 8 juta, untuk keperluan sehari-hari,” ujar Kapolsek dalam jumpa pers di Mapolsek Medansatria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (30/6/2023).

Ia menerangkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, ketika istri dan anak lainnya ke Masjid menunaikan Salat Idul Adha. Tersangka yang semula ada di ruang depan, masuk ke kamar dimana korban tidur.

Hasil autopsi, korban mengalami luka tikam di lima bagian. Sekitar pukul 09.00, istrinya menemukan suaminya tidak bernyawa. Warga yang mengetahui melaporkan ke pengurus RT.

Pihak kepolisian setelah mendapatkan laporan datang dan melakukan olah TKP. Dari situ, sejumlah saksi dimintai keterangan, diantaranya isteri dan anak korban hingga RT setempat.

Namun, saat dimintai keterangan, terlihat DR menunjukkan gerak gerik mencurigakan. Pukul 15.00 WIB, pihaknya mengamankan DR. Dari tangan pelaku, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti.

“Sebilah sangkur, satu sarung berwarna hitam, cokelat dan putih yang berlumuran darah milik korban dan satu celana pendek berwarna abu kombinasi hitam,” tutur Kompol Aqsha. (***)