Polres Lahat Polsek Janjung Sakti berhasil Ungkap Kasus pembunuhan Warga Kampung Tebat Baru

0

Lahat (Sumsel) mitrapolisi86news.com|Kapolres Lahat AKBP God Parlasro S. Sinaga SH. SIK. MH, melalui Polsek Tanjung Sakti Iptu Yogi Melta S.sos bersama personel berhasil mengungkap kasus pembunuhan inisial BS (29) warga kampung tebat baru kota pagaralam kurang dari 3×24 jam (7/3/24).

Saat dikonfirmasi oleh awak media ini, Kapolsek Tanjung Sakti menyampaikan, “Kejadian tersebut terjadi pada hari Kamis (29/2/24) sekira jam 01.30 wib, anggota yang sedang piket menerima laporan dari masyarakat bahwa ada seorang laki-laki yang terkapar di jalan Desa Negeri Kaya Kecamatan Tanjung Sakti Pumi Kabupaten Lahat,” jelasnya.

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, “Setelah itu anggota yang sedang piket tersebut langsung mendatangi TKP dan memeriksa keadaan korban yang posisinya telah terkapar di jalan. Pada saat itu, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan tubuh bersimbah darah,” ungkapnya.

Kemudian langsung di bawa ke puskesmas tanjung sakti pumi untuk dilakukan pemeriksaan dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan dari puskesmas tanjung sakti pumi diketahui adanya luka tusuk di bagian rusuk sebelah kiri. Untuk pemeriksaan lebih lanjut (Visum) korban di bawa ke rumah sakit Besemah Kota Pagar.

Setelah memastikan bahwa BS diduga kuat merupakan korban penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian, Kapolsek tanjung sakti IPTU YOGI MELTA, S.Sos melakukan langkah persuasif melalui tokoh masyarakat berupa himbauan kepada masyarakat agar pelaku segera menyerahkan diri.

 

BARANGBUKTI

1 (satu) helai switer lengan panjang berwarna hitam bermerek REACH terdapat bolong pada – bagian belakang sebelah kiri dan terdapat bercak darah.

1 (satu) helai celana pendek kolaborasi warna hijau dan biru- 1 (satu) helai celana panjang berwarna coklat muda terdapat bercak darah1 (satu) buah senjata tajam jenis pisau penikam panjang yang berukuran lebih kurang 25 cm terdapat bercak darah yang bergagangkan terbuat dari kayu warna coklat dan bersarungkan kulit yang dililit dengan lakban warna hitam

 

TEMPAT KEJADIANPERKARA :

Jalan Desa Negri Kaya Kecamatan Tanjung Sakti Pumi Kab. Lahat,

 

Setelah himbauan Kapolsek tersebut turun, pada hari sabtu tanggal 02 Maret 2024 sekira jam 17.00 Wib, telah menyerahkan diri dengan inisial HK (17) BIN FERIANSYAH ke Polsek Tanjung Sakti yang mengakui melakukan penusukan terhadap korban.

Selanjutnya berdasarkan keterangan saksi-saksi lain serta keterangan pelaku HK, di dapatkat 1 (satu) orang lagi yang ikut melakukan perbuatan lain terhadap korban selanjutnya Pada Hari sabtu tanggal 02 Maret 2024 sekira jam 22.00 wib di Pimpin oleh Kapolsek Tanjung sakti bersama-sama kanit reskrim dan anggota melakukan penangkapan.

 

KRONOLOGIS PENANGKAPAN :

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh polsek tanjung sakti dengan memeriksa saksi-saksi penyidik telah mendapat di duga kuat pelaku yang berdomisil di desa tanjung sakti yang belum di ketahui keberadaannya ,selanjutnya Kapolsek tanjung sakti IPTU YOGI MELTA, S.Sos melakukan langkah persuasif melalui tokoh masyarakat berupa himbauan kepada kepada masyarakat agar pelaku segera menyerahkan diri dan Pada hari Sabtu tanggal 02 Maret 2024 sekira jam 17.00 Wib, telah menyerahkan diri anak yang berkonflik dengan hukum atas nama HK, BIN FERIANSYAH ke Polsek Tanjung Sakti yang mengakui melakukan penusukan terhadap korban,

Selanjutnya berdasarkan keterangan saksi-saksi lain serta keterangan pelaku HK,di dapatkat 1 (satu) orang lagi yang ikut melakukan perbuatan lain terhadap korban selanjutnya Pada Hari sabtu tanggal 02 Maret 2024 sekira jam 22.00 wib di Pimpin oleh Kapolsek Tanjung sakti bersama-sama kanit reskrim dan anggota melakukan penangkapan terhadap 1 (satu) orang pelaku An. DI,BIN MARTIN, selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum untuk menjalani proses lebih lanjut sesuai hukum yg berlaku.

Pasal yang di sangkakan 338 KUHP atau 351 Ayat (3) KUHP, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara (15), namun dikarenakan pelaku masih di bawah umur, maka untuk proses penyidikan penerapan hukum mengikuti undang-undang nomor 11 Tahun 2012 tentang system peradilan anak.

Sumber : Kasubsi Penmas Humas Polres Lahat Aiptu Lispono, SH.

Jurnalis : Alwan Gumay

Tinggalkan Balasan