Sudah dilarang oleh Koramil 07 Alasa namun masih saja membangkang seakan kebal hukum

0

Nias Utara (Sumut) mitrapolisi86news.com setiap makhluk hidup didunia terutama manusia tentunya selalu berbagai upaya akan dilakukan demi memperjuangkan kelangsungan hidup baik diri sendiri maupun keluarga. Namun meskipun demikian tentunya dalam hal mencari nafkah tidak dengan merugikan orang lain.

Beda halnya yang terjadi di sungai sinoto Desa Loloana’a Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara. Yang mana, disinyalir oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mencari pundi-pundi diatas penderitaan orang lain.

Pasalnya, dikarenakan pengambilan atau penjualan bahan galian golongan c yang di duga ilegal tersebut dengan menggunakan alat berat jenis Excavator, diduga telah merusak fasilitas umum seperti jembatan dan juga jalan karena penggaliannya sangat dekat dengan jembatan sinoto yang dikhawatirkan dalam beberapa waktu kedepannya akan terancam ambruk dan tidak bisa dilalui lagi oleh kendaraan.

Hal ini telah tertuang jelas pada pemberitaan kami sebelumnya tertanggal (23/11/23) dengan judul “Di minta Kapolres Nias tindak tegas pelaku pertambangan galian c yang di duga ilegal di kecamatan Alasa,” namun hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan baik dari pihak Kepolisian Daerah setempat.

Namun walaupun begitu, disisi lain berdasarkan pemberitaan media ini sebelum ternyata mendapatkan respon baik dari Koramil 07 Alasa yang mana Danramil Kapten lNF Elifati Zebua saat di jumpai di kantornya Jumat (24/11/23) mengatakan, jika informasi tersebut benar berarti itu sudah jelas-jelas menyalahi aturan,” tegas Danramil.

Untuk memastikan informasi tersebut Danramil 07 Alasa menginstruksi kepada personilnya sebanyak empat orang diantaranya, Sertu Aroziduhu halawa, Serda Aminudin Zai, Serda Ofilinus hulu, Kopda Devi hulu, untuk mendatangi lokasi.

Sesampainya di lokasi, personil Koramil 07 Alasa mendapatkan secara langsung bahwa excavator sedang beroperasi melakukan penggalian bahan golongan c yang lokasinya kurang lebih 50 m dari uluh jembatan sinoto sehingga Banbinsa Loloana’a bersama rekannya mengatakan, “kami menghimbau agar pengambilan bahan galian golongan c dengan menggunakan excavator di sungai sinoto untuk sementara jangan diteruskan lagi atau dihentikan sebab hal ini sudah jelas sudah menyalahi aturan yang ada. Sehingga akibat dari pengalian ini mengakibatkan jembatan ambruk dan jalan umum pada rusak sehingga dapat berdampak buruk bagi masyarakat luas,” tegasnya.

Sementara itu Jumanto sebagai operator excavator saat dikonfirmasi ditempat kerjanya mengaku bahwa, “saya melakukan penggalian bahan galian golongan c di sungai sinoto atas perintah pak marwan yang punya beko, dan bahan material dibawa kejalan namun jalannya saya tidak tau dimana lokasinya,” imbuhnya.

Ditempat terpisah salah seorang tokoh masyarakat Desa Loloana’a yang enggan disebutkan namanya inisial EH mengatakan, “kita sebagai masyarakat sangat prihatin dengan kondisi jalan dan jembatan Sungai sinoto yang mana oknum-oknum tersebut, sebab mereka hanya mementingkan keuntungan diri sendiri tanpa memperhatikan kepentingan umum sehingga akibat dari perbuatan itu dapat merusak fasilitas umum yang merupakan aset Negara,” Cetusnya.

Masyarakat berharap agar hal ini dapat ditindak lanjuti secepatnya oleh pihak-pihak yang wenang dan pertambangan bahan galian golongan c ilegal tersebut segera di hentikan.

(Red)

Tinggalkan Balasan